APLIKASI PENJUALAN

coretan informasi terkini - coretan informasi produk digital - aplikasi penjualan

Aplikasi Penjualan

Apakah Para Blogger seorang akunting atau mempunyai usaha pribadi yang setiap saat harus berurusan dengan keuangan. Yang kerjaannya setiap hari menghitung neraca keuangan! Ya, begitulah akunting ataupun punya usaha sendiri yang setiap saat harus menghitung pengeluaran keuangan kantor ataupun bisnis pribadi Para Blogger. Dari laporan keuangan inilah Para Blogger bisa dengan mudah melihat indikator bisnis, apakah sedang kondisi baik, biasa saja, atau sedang menanjak naik

Sayangnya, masih banyak pelaku usaha ( pebisnis ) yang mengabaikan hal ini. Sehingga tahu-tahu bisnisnya bangkrut. Rata-rata keluhan mereka adalah membuat laporan keuangan itu sulit, ribet, dll. Padahal sejatinya tidak seperti itu. Disini ini ane akan memberikan solusi dalam membuat laporan keuangan sederhana yang bisa memonitor bisnis Para Blogger

Oh iya, semudah apapun cara membuat laporan keuangan, sesimple apapun jenis laporan keuangan yang akan Para Blogger buat, kuncinya adalah dengan mencatat setiap transaksi keluar masuknya uang di bisnis. Para Blogger tidak bisa menghasilkan laporan keuangan tanpa mencatat setiap transaksi

Oke... mari kita mulai...

Ada tiga jenis laporan keuangan yang minimal harus diketahui pebisnis, yaitu

1. Laporan Laba Rugi
Ini adalah laporan yang akan menunjukkan, apakah bisnis Para Blogger sedang untung ( laba ) atau buntung ( rugi ). Untuk bisa menghasilkan laporan Laba Rugi, Para Blogger harus mencatat semua pemasukkan ( omset ) di bisnis. Baik yang dari penjualan barang, penyewaan, atau apapun yang menjadi sumber pemasukan di bisnis. Baik yang dibayar tunai atau hutang, silakan dicatat semua. Terkecuali modal atau hutang dari bank, karena modal dan hutang bank tidak termasuk pemasukan

Setelah mencatat semua pemasukan, silakan catat juga semua pengeluaran yang ada di bisnis Para Blogger, baik pengeluaran untuk operasional, gaji karyawan, dll. Belanja barang dagangan tidak termasuk pengeluaran, jadi jangan dicatat di bagian ini, nanti ada bagiannya sendiri

Setelah Para Blogger mencatat semua pemasukan dan pengeluaran tadi, silakan jumlahkan berapa total pemasukan dan berapa total pengeluaran. Setelah itu silakan hitung Laba / Rugi dengan cara Laba / Rugi = Pemasukan - Pengeluaran

Kalau hasilnya positif, maka bisnis Para Blogger masih untung. Tapi kalau hasilnya negatif berarti bisnis sedang buntung, waktunya evaluasi besar-besaran, untuk mencari apa yang membuat bisnis Para Blogger rugi

2. Laporan Arus Kas ( Cashflow )
Ini adalah laporan yang berisi catatan keluar masuknya uang tunai di bisnis Para Blogger. Baik yang berupa Petty Cash ( uang tunai di tangan ) maupun uang yang ada di bank. Jadi tidak ada catatan hutang di laporan ini

Untuk menghasilkan laporan ini silakan catat semua uang yang masuk ke bisnis Para Blogger. Baik dari penjualan / pemasukan, pembayaran piutang konsumen, tambahan modal, hutang modal dari bank, dll. Intinya semua uang yang masuk

Selanjutnya silakan catat juga semua yang keluar dari bisnis Para Blogger. Mulai dari pembelian barang dagangan, biaya operasional, gaji karyawan, pembayaran hutang, bayar cicilan, dll. Intinya semua uang yang keluar

Setelah Para Blogger mencatat semua uang masuk dan uang keluar yang terjadi di bisnis, silakan jumlahkan masing-masing. Berapa total uang masuk dan berapa total uang keluar. Lalu hitung dengan rumus berikut
Cashflow = Total Uang Masuk - Total Uang Keluar

Kalau dari rumus itu hasilnya angka positif, maka bisnis Para Blogger termasuk sehat, karena masih ada sisa uang untuk operasional selanjutnya. Tapi kalau hasilnya angka yang negatif, maka bisnis sedang sakit, bahkan bisa jadi sekarat kalau minusnya terlalu besar. Karena kalau minus berarti harus mencari pinjaman untuk menutup biaya operasional selanjutnya

Ingat!!! Cash ( uang tunai ) adalah "darah" di bisnis Para Blogger. Bisnis juga seperti manusia, kalau darahnya habis ( hasilnya minus ), ya pasti sebentar lagi mati. Idealnya Para Blogger harus punya uang tunai tiga kali dari biaya pengeluaran tetap. Jadi kalau setiap bulan Para Blogger mengeluarkan biaya tetap sepuluh juta rupiah maka harus punya uang tunai di saku atau di bank sebesar tiga puluh juta rupiah



3. Laporan Neraca
Ini adalah laporan yang berisi semua informasi tentang aset dan kewajiban ( hutang ) di bisnis, termasuk laba. Ada dua bagian standar pada laporan neraca ini, yaitu aktiva dan pasiva

Pada aktiva, Para Blogger bisa catat total uang kas, total uang yang ada di semua rekening bank, total semua piutang yang belum tertagih, total semua aset dan total semua nilai barang dagangan

Pada pasiva, Para Blogger bisa catat total hutang dagang, total modal yang dipakai, total hutang modal / bank, dan total laba / rugi

Setelah dicatat semua, silakan hitung berapa total aktiva bisnis Para Blogger dan berapa total pasiva-nya. Lalu hitung dengan rumus Neraca = aktiva - pasiva

Dari rumus di atas, pastikan hasilnya adalah nol ( 0 ). Karena aktivas - pasiva hasilnya harus balance ( nol ). Kalau tidak nol, berarti ada yang salah dengan catatan aktiva atau pasiva. Silakan cek kembali

Hmm... cukup panjang juga ya... Bagaimana, apakah sudah dapat ilmu baru tentang keuangan di bisnis Para Blogger?

Kembali lagi diingatkan, percuma Para Blogger mempelajari semua teori tentang membuat laporan keuangan kalau tidak mencatat semua transaksi yang terjadi. Karena untuk menghasilkan laporan keuangan yang baik dituntut kedisiplinan dalam mencatat semua transaksi

Ada sebuah aplikasi yang dapat membantu untuk memudahkan Para Blogger dalam menyusun hal diatas tersebut. Dimana dalam aplikasi tersebut mempunyai fitur otomatis akan melakukan hal-hal dibawah ini

A. Saat input transaksi Penjualan akan
- Otomatis stok barang berkurang
- Otomatis mencatat di laporan penjualan
- Otomatis mencatat pemasukan di kas harian / bank
- Otomatis menghitung laba / rugi nya ( harga jual - harga modal )
- Otomatis menambah saldo kas harian / bank
- Otomatis mencatat piutangnya ( kalau penjualannya hutang )

B. Saat input transaksi Pembelian akan
- Otomatis menambah stok barang
- Otomatis mencatat di laporan pembelian
- Otomatis mencatat di kas keluar ( apabila pembelian tunai )
- Otomatis mencatat di daftar hutang dagang ( apabila pembelian hutang )
- Otomatis mengurangi kas harian / bank ( apabila pembelian tunai )

Baca Juga TRANSFORMASI TCV KE CV

Bagaimana mudah bukan? Tapi.. kalau Para Blogger masih mau mencatat manual di kertas, ya itu terserah

Saran ane sih kalau ada yang otomatis kenapa harus manual?

Ingin lebih tau aplikasi tersebut, silakan langsung di cek aplikasi penjualan

Note
- Penjualan Aplikasi Penjualan sudah ditutup

Mengenal sistem aplikasi penjualan
gambar oleh pixabay

Komentar