METAMORFOSIS SLANK

coretan informasi terkini - coretan informasi musik - metamorfosis slank

Metamorfosis Slank 

Slank adalah sebuah grup musik di Indonesia. Dibentuk oleh Bimbim pada 26 Desember 1983, karena bosan bermain musik hanya menjadi cover band dan punya keinginan yang kuat untuk mencipta lagu sendiri. Dan berhasil menjadi salah satu musisi bersejarah dan dikenang serta berpengaruh sepanjang masa di Indonesia. Selain itu Slank juga menyandang predikat Indonesia's Highest-Paid Music Star pada tahun 2008 dan 2009 dengan honor Rp 500 juta per show. Inilah Metamorfosis Slank yang telah ane sarikan dari Wikipedia Indonesia.

Slank adalah salah satu grup musik papan atas, yang bermula dari berdirinya Cikini Stones Complex ( CSC ) pada 26 Desember 1983, yaitu grup musik yang terdiri dari anak-anak SMA Perguruan Cikini, Jakarta. CSC terdiri dari Bimo Setiawan ( drum ), Boy( gitar ), Kiki ( gitar ), Abi ( bass ), Uti ( vokal ), dan Well Welly ( vokal ), yang banyak mengekspresikan kecintaan pada lagu-lagu Rolling Stones. Namun sayang, grup ini tidak bertahan dan membubarkan diri.

Seiring berkembangnya waktu, Slank mengalami perubahan personil sampai 14 kali pada 1996 yang bertahan hingga sekarang. Formasi terakhir yang dimulai dari album ke-7 Slank, terdiri dari Bimbim ( drum ), Kaka ( vokal ), Ivanka ( bass ), Ridho ( gitar ), dan Abdee ( gitar ).

Album-album Slank antara lain
- Suit-suit....Hehehe ( Gadis Sexy ) ( 1990 )
- Kampungan ( 1991 )
- Piss ( 1993 )
- Generasi Biru ( 1995 )
- Minoritas ( 1996 )
- Lagi Sedih ( 1996 )
- Tujuh ( 1997 )
- Mata Hati Reformasi ( 1998 )
- 999+09 ( 1999 )
- Virus ( 2001 )
- Satu Satu ( 2003 )
- Bajakan! ( 2003 )
- Road To Peace ( 2004 )
- Plur ( 2005 )
- Slankisme ( 2006 )
- Slow But Sure ( 2007 )

Sementara itu, lagu Gosip Jalanan dari album Plur yang dirilis pada 2004 berbuah sorotan dari anggota DPR. Slank yang saat itu menjadi duta anti korupsi untuk KPK dianggap 'melecehkan' dewan melalui syair-syair lagu tersebut. DPR-RI melalui Lembaga Kehormatan Dewan berencana melancarkan tuntutan pada grup anak muda ini, meski kemudian rencana tersebut dibatalkan.

Rencana Slank untuk Go Internasional mulai terlihat di pertengahan 2008. Slank berkolaborasi dengan The Big Hip, sebuah band asal Jepang, menghasilkan sebuah album, The Big Hip. Hebatnya di album ini,
Slank menggunakan 3 bahasa sekaligus yaitu Indonesia, Jepang dan Inggris. Bagi para Slanker ( panggilan para penggemar Slank ), Slank bakal memberikan bonus berupa VCD Exclusive kegiatan Slank di Jepang bila membeli kaset atau CD album terbaru Slank.

Selain itu, band ini juga giat mendukung berbagai acara sosial. April 2010, Slank tampil pada acara Earth Live yang mengusung tema lingkungan. Slank menyerukan perlunya hemat dalam menggunakan sumber daya alam termasuk air.

Awal Karir
Cikal bakal lahirnya Slank adalah
sebuah grup bernama Cikini Stones Complex ( CSC ) yang dibentuk oleh Bimo Setiawan Almachzumi / Bimo Setiawan Sidharta ( Bimbim ) pada awal tahun 80-an. Band ini hanya memainkan lagu-lagu Rolling Stones dan tak mau memainkan lagu dari band lain, alhasil mereka akhirnya jenuh dan menjelang akhir tahun 1983 grup ini dibubarkan. Bimbim meneruskan semangat bermusik mereka dengan kedua saudaranya, Denny dan Erwan untuk membentuk Red Evil yang kemudian berganti nama jadi Slank, sebuah nama yang diambil begitu saja dari cemoohan orang yang sering menyebut mereka cowok selengean dengan personel tambahan Bongky ( gitar ) dan Kiki ( gitar ).

Kediaman Bimbim di Jl. Potlot 14 jadi markas besar. Mereka sempat tampil di beberapa pentas dengan membawakan lagu-lagu sendiri sebelum Erwan memutuskan mundur karena merasa tidak punya harapan di Slank. Dengan perjuangan panjang, terbentuklah formasi ke-13 yaitu Bimbim, Kaka, Bongky, Pay dan Indra, Slank baru solid. Mereka mulai membuat demo untuk ditawarkan ke perusahaan rekaman. Setelah berulang kali ditolak, akhirnya tahun 1990 demonya diterima dan mulai rekaman debut album Suit...Suit...He...He... ( Gadis Sexy ).

Album yang menampilkan hit "Memang" dan "Maafkan" itu meledak dipasaran, sehingga mereka pun diganjar BASF Award untuk kategori Pendatang Baru Terbaik. Album tersebut juga seakan "menampar" industri musik Indonesia yang kala itu masih gencarnya lagu Malaysia seperti tembang Isabella milik Search.

Musik Slank yang Rock 'N Roll Blues itu bisa dibilang "penyelamat" kaum anak muda di Indonesia. Gayanya yang cuek dan slengean tapi bersahabat itu menarik massa yang saat itu masih sebatas minoritas.

Album kedua mereka, Kampungan juga meraih sukses yang sama. Hits Single dari album Kampungan adalah Mawar Merah dan Terlalu Manis yang dibuat dalam dua versi yaitu Suka-suka dan Jualan. Di album Kampungan ini pun, Slank memasukkan lagu Nina Bobo. Nafas Rock 'N Roll dan Blues masih terasa di album ini. Wajar, karena "nyawa" musik Slank ada di situ.

Tahun 1993 bulan Desember, Slank merilis Album ketiga yang diberi judul Piss. Semboyan Peace di plesetkan menjadi Piss. Semboyan Piss menjadi trend pada masa itu ( mungkin juga sampai sekarang ). Hits Single dari album ini adalah Piss dan Kirim Aku Bunga. Cover album ini adalah seorang model yang meniru pose Jim Morriso ( The Doors ). Walaupun banyak yang berpendapat bahwa model di cover tersebut adalah Bimbim, namun faktanya model cover album tersebut adalah Adji 'tarmo' tetangga seberang rumah Bimbim.

Tahun 1994, Slank lagi-lagi merilis sebuah album yang diberi titel Generasi Biru. Lagu ini juga sering dibawakan sampai saat ini. Hits Single dari album ini adalah Generasi Biroe, Terbunuh Sepi dan juga Kamu Harus Pulang yang sering dimainkan saat ending show mereka.

Tahun 1995, tepatnya pada bulan Agustus, Slank mengisi sebuah acara di RCTI dalam rangka menyambut Hari Jadi Kemerdekaan Indonesia yang ke-50. Mereka membawakan beberapa lagu dari album Generasi Biru.

Album kelima mereka, Minoritas dirilis pada Januari 1996. Menampilkan Hits Single yaitu Bang-bang Tut yang juga sukses dipasaran dan masih sering dinyanyikan di show mereka. Di album ini juga, Bimbim menyanyikan sebuah lagu miliknya yang berjudul Bidadari Penyelamat. Uniknya, lagu ini tidak ada aransemen apapun. Hanya suara Bimbim saja.

Perpecahan Band
Pada saat menggarap album keenam Lagi Sedih, Bimbim selaku leader akhirnya memutuskan untuk memecat Bongky, Pay dan Indra. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa mereka keluar atau mengundurkan diri karena perilaku Bimbim dan Kaka yang sudah terlampau parah dalam penggunaan narkoba.

Perpecahan tersebut sebenarnya sudah bisa terlihat di album keempat mereka, yaitu di lagu Pisah Saja Dulu. Bimbim bahkan berniat untuk membubarkan Slank. Namun sebuah surat yang ditulis dengan darah oleh seorang Slanker, membuatnya mengurungkan niat. Isinya menyeramkan, Dia bersumpah untuk membunuh Bimbim jika dia benar-benar melaksanakan niatnya untuk membubarkan Slank.

Kaka dan Bimbim tetap menggarap album ke-6 dengan bantuan additional player. Reynold masuk untuk mengisi posisi gitar dan Ivanka yang waktu itu sering nongkrong di Potlot, juga ikut membantu dalam mengerjakan project Slank untuk album keenam dengan formasi masa transisi ini.

Album Lagi Sedih pun dirilis pada Februari 1996. Dengan single Koepoe Liarkoe dan Tong Kosong, membuktikan Slank masih bisa Survive. Tawaran manggung pun berdatangan. Dan saat tinggal beberapa kota yang akan diselesaikan dalam rangkaian show, Reynold menyatakan ingin keluar dari Slank. Alasannya karena dia juga tidak kuat karena Bimbim dan Kaka yang saat itu masih terjerumus dengan narkoba.

Walaupun saat itu sudah dibujuk untuk menunda pengunduran dirinya, Reynold tetap tidak ingin melanjutkan sisa show nya. Saat itulah reformasi di tubuh Slank terjadi. Kemudian, Ivanka yang semula hanya additional bass player akhirnya ditarik menjadi personil resmi menggantikan posisi Bongky.

Banyak pengalaman pahit, dari sejak mereka pakai ( 1994 ) sampai tahun 1999. Pengalaman di Lubuk Linggau ( 1998 ) juga tak terlupakan. Mereka ”kehabisan barang”. Tidak ada orang jual barang seperti itu di Lubuk Linggau. Bimbim sampai tidak bisa bangun, Padahal mereka masih harus melayani wawancara. Tinggal Kaka, yang badannya lebih kuat, melayani wartawan, meski dengan susah payah.

Slank membantah anggapan bahwa dengan mengonsumsi Narkoba seorang seniman bisa lebih kreatif, justru sebaliknya, tanpa menggunakan barang haram tersebut, mereka terbukti bisa menghasilkan karya-karya bagus.  "Saat membikin album pertama hingga ketiga, kami belum memakai Narkoba, tapi album itu terbukti paling bagus. Jadi, tanpa Narkoba kami bisa menghasilkan karya yang bagus. Setelah album ketiga, kami menjadi pengguna," ujar Kaka.

Slank sepeninggal Trio BIP ( Bongky, Indra dan Pay ) dan perpecahan Formasi 13. Tahun 1997, Slank ibarat diujung tanduk. Pay, Indra dan Bongky dipecat dari band. Kabar burung mengenai pertengkaran ketiga orang itu dengan Kaka dan Bimbim sudah santer. Indra dan Bongky jarang kelihatan ikut latihan. Konon, suasana nggak enak ini mulai tercium sejak pembuatan album Generasi Biru ( 1994 ).

Waktu itu, Bongky melihat Slank udah nggak jelas kemana arahnya. Setelah itu Pay dan Indra juga mulai jarang kelihatan di Potlot. Bongky akhirnya mengajak Slank vakum selama setahun. Keputusan itu disetujui personel lainnya. Selama vakum, Bongky mendirikan band Flower demi memuaskan keinginan bermusiknya.

Repotnya, pihak distributor album-album Slank, Virgo Ramayana, telah mewajibkan Bimbim dkk menyelesaikan album baru sampai Desember 1996.

Keputusan vakum lantas dicabut demi memenuhi kontrak. Dilain pihak, Bongky tidak menyadari hal itu. Pikirnya, rapat mereka di pendopo markas Slank belum sampai memutuskan sesuatu. Baru sekedar obrolan, katanya. Terpaksalah Slank bergerak tanpa Bongky, Pay dan Indra.

Puncaknya, Kaka dan Bimbim membuat surat pemecatan untuk mereka bertiga di bulan Januari 1997. Status pun menjadi resmi. Bongky kontan nggak terima diperlakukan seperti itu. Begitu juga Indra yang merasa diperlakukan tidak adil, karena Bimbim dan Kaka memakai peralatan milik Indra untuk Slank latihan. Diantara mereka bertiga, hanya Pay yang tidak berkomentar. Tapi jauh sebelum kemelut ini, Pay sudah bermasalah di Potlot. Mulai dari persoalan pribadi sampai masalah Pay yang sudah mementingkan proyek luar.

Proses pembuatan album baru pun diakui Bimbim hanya dikerjakan berdua dengan Kaka dan dibantu Ivanka ( Bass ) dan Reynold ( Gitar ), album itu akhirnya rampung. Pihak Virgo Ramayana, Pak Boedi Soesatio mengaku langsung membaca gelagat kesedihan begitu mendengarkan Kaka dan Bimbim secara berulang-ulang. Dan kemudian dia langsung mengusulkan judul Lagi Sedih kepada duo Slank ini. Usul itu ternyata di setujui. Album Slank dirilis pada 5 Februari 1997 tanpa ada nama Pay, Bongky dan Indra. Waktu itu, Slank tinggal berdua.

Ketika terdengar kabar keluarnya Bongky, Indra dan Pay dari Slank, sontak masyarakat Indonesia, khususnya para Slanker bersedih. Bagaimana tidak, kala itu Slank sudah menjadi band kondang di Indonesia dengan angka raihan penjualan album serta frekuensi manggung yang tinggi.

Tak lama setelah keluar dari Slank salah satunya yakni Pay memutuskan menempuh jalur solo. Pihak Blackboard cukup tanggap membaca peluang bisnis dengan menggiring Pay masuk studio rekaman untuk merilis debut album solonya. Pay merasa cukup interes karena pihak label sepenuhnya memberikan kebebasan kepada dirinya untuk mengekspresikan musik sesuai kemauan, sesuatu yang sangat kontras dialami ketika masih bersama Slank dimana lirik dan musiknya banyak diintervensi pihak perusahaan rekaman.

Penggarapan album dibantu additional musicians seperti Kamal ( Vocal ), Rere & Harbud ( Drum ), Yudhi ( Drum, Programming & Keyboard ), Zull ( Bass ), Rany Noor, Dewiq dan Jaya ( Backing Vokal ). Untuk pengerjaan lagu, Pay berkolaborasi dengan Daeng Jamal P, Iphong dan Rastamanis. Total ada 10 buah lagu dipasang di album yang berjudul “Bungaku Hilang”.

Dari album inilah menunjukkan hasil kreasi maksimal dari Pay untuk mengemudikan haluan musik ke sebuah tujuan yang diinginkan dirnya. Pengaruh genre Blues sangat mendominasi keseluruhan departemen lagu di album “Bungaku Hilang”. Jari-jari lincah Pay begitu bebas menari-nari di atas papan grid gitar dan seolah-olah dia ingin mebuktikan inilah musik saya yang sesungguhnya. Improvisasi secara spontan dihasilkan dari raungan sound gitar yang dimainkan. Album yang benar-benar menonjolkan skill bermain gitar dari seorang Pay.

Formasi Akhir
Slank yang sepeninggal Reynold langsung bergerak cepat. Management langsung mencari orang untuk untuk menyelesaikan sisa show di beberapa kota. Ivanka merekomendasikan Abdee Negara untuk membantu Slank. Abdee dan Ivanka memang sebelumnya sudah bersahabat dan satu Band di Flash. Sedangkan manager Slank waktu itu, Mbak Wiwid mengontak Mohammad Ridwan Hafiez ( Ridho ) yang baru saja menyelesaikan sekolah gitarnya.

Semangat Baru 
Dengan masuknya Abdee dan Ridho dalam formasi inti Slank, membuat Bimbim dan Kaka melanjutkan perjalanan bermusiknya. Diawali dengan album Tujuh yang dirilis Januari 1997 dengan single yang menghentak yaitu Balikin. Lagu yang menandakan bahwa Bimbim dan Kaka ingin rehat dan sehat dari ketergantungan.

Ditambah dengan Abdee dan Ridho yang benar-benar bersih dari narkoba, semakin menguatkan niat mereka. Mereka berhenti bukan karena takut diikuti massa yang memang sudah banyak, namun mereka berhenti justru karena sudah banyak-nya yang mengikuti mereka memakai narkoba.

Album Tujuh terjual satu juta copy hanya dalam hitungan minggu. Bimbim lagi-lagi menyumbang suaranya dalam lagu Bimbim Jangan Menangis. Sebuah curhatan yang tercipta sejak tahun 1993. Ridho bermain keyboard di lagu ini. Pada tahun ini pulalah Bunda Iffet selaku Ibunda dari Bimbim mengambil alih jabatan menjadi Manager Slank.

Album berikutnya Mata Hati Reformasi dirilis. Lagu-lagu di album ini banyak bercerita tentang masalah sosial dan pemerintahan pada zaman reformasi. Ketinggalan Zaman menjadi andalan di album ini. Slank juga mengaransemen ulang lagu tradisional yang diberi judul Punk Java. Di album ini juga terdapat sebuah lagu yang seharusnya di rilis pada album Tujuh namun terkena sensor. Namun saat Orba rezim Soeharto runtuh, lagu tersebut bisa masuk dalam album ini. Siapa Yang Salah adalah judul lagunya. Yang unik dari lagu ini adalah lagu ini hanya dimainkan oleh Bimbim dan Kaka. Mereka berdua yang memainkan semua alat musik. Bimbim juga mengambil dua porsi lagu yang dia nyanyikan yaitu Aktor Intelektual dan Nggak Mau Percaya. Di album ini Slank memberi bonus sebuah kalung tiap satu buah kaset original. Ada peringatan di belakang kaset untuk didampingi kepada pendengar dibawah umur. Banyak lagu yang direkam secara live di album ini. Sama seperti album Tujuh, album ini terjual hingga satu juta copy dalam waktu seminggu.

Diskografi Slank 

A. Album Studio
1. Suit... Suit... He... He... ( Gadis
Sexy ) ( 1990 )
2. Kampungan ( 1991 )
3. Piss! ( 1993 )
4. Biru ( 1994 )
5. Minoritas ( 1995 )
6. Lagi Sedih ( 1996 )
7. Tujuh ( 1997 )
8. Mata Hati Reformasi ( 1998 )
9. 999+09 (biru) ( 1999 )
10. 999+09 (abu-abu) ( 1999 )
11. De Bestnya Slank ( 2000 )
12. Ngangkang ( 2001 )
13. Virus ( 2001 )
14. Satu Satu ( 2003 )
15. Road To Peace ( 2004 )
16. PLUR ( 2004 )
17. Reborn Republic Slank ( 2005 )
18. Slankkissme ( 2006 )
19. Slankography ( 2006 )
20. Slow But Sure ( 2007 )
21. The Big Hip ( 2008 )
22. Anthem For The Broken Hearted ( 2009 )
23. Jurus Tandur No. 18 ( 2010 )
24. I Slank U mini album ( 2012 )
25. I Slank U Repackage Edition
26. I Slank U The Album
27. I SLank U
28. Nggak Ada Matinya ( album ) ( 2013 )
29. Indonesia WOW ( single ) ( 2014 )

B. Album Live
1. Konser Piss 30 Kota ( 1998 )
2. Virus Roadshow ( 2001 )
3. Bajakan ( 2003 )

C. Album Soundtrack
1. Ost. Anak Menteng ( 1996 )
2. Ost. Get Married ( 2007 )
3. Ost. Generasi Biru ( 2009 )
4. Ost. Get Married 2 ( 2009 )
5. Slank Party ( 2011 )

D. Mini Album
1. I SLank U ( 2012 )
2. ISLankU ( ISL - Slank ) ( 2013 )

E. Album Sponsor
1. I Slank U Nexian oleh Hp Nexian
2. ISLankU ( ISL -Slank ) Oleh Liga Super

Penghargaan
1. 1990 - Best Selling Album Rock Category BASF Awards
2. 1991 - Best Selling Album Rock Category BASF Awards
3. 1993 - Best Selling Album Rock/Alternative Category BASF Awards
4. 1994 - Best Selling ALbum ( Double Platinum Album Category ) BASF Awards
5. 1994 - Video Klip Terbaik ( Terbunuh Sepi ) Video Musik Indonesia
6. 1995 - Video Klip Terbaik ( Bang Bang Tut ) Video Musik Indonesia
7. 1997 - Lagu Rock Terbaik ( Balikin ) AMI ( Anugerah Musik Indonesia ) Awards
8. 1997 - Album Rock Terbaik ( Tujuh ) AMI ( Anugerah Musik Indonesia ) Awards
9. 1997 - Group Rock Terbaik AMI ( Anugerah Musik Indonesia ) Awards
10. 1998 - Album Rock Terbaik ( Matahati Reformasi ) AMI ( Anugerah Musik Indonesia ) Awards
11. 1999 - Band paling kontroversial Taboid MUMU ( MUda MUsika )
12. 2002 - The Best Director for Video I Miss You But I Hate You MTV Indonesia Awards
13. 2003 - Artis/Duo/Group Terbaik AMI ( Anugerah Musik Indonesia ) Awards
14. 2003 - Album Rock Terbaik ( Satu-Satu ) AMI ( Anugerah Musik Indonesia ) Awards
15. 2004 - Album Pop/Rock paling Ngetop ( Road to Peace ) SCTV Music Awards 2005
16. 2005 - Penghargaan dari IFNGO ( International of Non GOvernmental Organization )
17. 2009 - Most Fav Band/Duo MTV Indonesia Awards
18. 2010 - Album Rock Terbaik ( OST Generasi Biroe ) AMI ( Anugerah Musik Indonesia ) Awards
19. 2010 - Group Musik Indonesia Pertama yang Merilis Album melalui Handphone MURI ( Museum Rekor Indonesia )

Fans Club
Slank adalah grup cinta damai dan pada kenyataanya Slank tidak sajavberhasil merebut hati penggemar, tapi Slank juga telah berhasil membangkitkan semangat dan solidaritas dari sebuah generasi
untuk punya sikap. Dan Slank memiliki kelompok penggemar yang fanatik dan kreatif, yang dikenal sebagai Slankers dan penggemar cewek dikenal dengan sebutan Slanky.

Slank Fans Club 
Slank Fan Club ( SFC ) adalah club resmi yang dibentuk oleh manajemen Slank untuk menampung para penggemar fanatik Slank. Slankers Club yang merupakan wadah para Slankers, terbentuk ketika Slank melakukan Konser Piss 30 kota pada tahun 1998.

Bunda Iffet, sebagai manager Slank melihat komunitas Slankers yang sudah ada harus di berdayakan. Oleh sebab itu ketika Slank konser di Malang, sekumpulan Slankers itu dipanggil oleh Bunda untuk diberi pengarahan. Tercetuslah ide Bunda untuk memberikan wadah untuk Slankers yang sekarang diberi nama Slank Fans Club. Saat konser di Southorn Stadium, Hong Kong, Slank meresmikan pembentukan kelompok slankers di HongKong. Peresmian Community Slankers Hong Kong ( Comsho ) itu ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bimbim dan Bunda Ifet.

Buletin Slank
Untuk menyampaikan informasi kepada para Slanker, Slank dan manajemennya memutuskan untuk membuat sebuah newsletter yang kemudian disebut dengan nama Buletin Slank. Buletin ini berisi jadwal, kisah-kisah pendek perjalanan tur panggung slank dan sebagainya. Nama buletin sendiri dipakai sebagai simbol agar para Slanker melingkari ( buletin ) jadwal kegiatan Slank di kalender kegiatan mereka masing-masing. Buletin Slank inilah yang kemudian berkembang menjadi Koran Slank.

Koran Slank
Koran Slank diterbitkan pertama kali pada 10 Maret 2002.

Kisah perjalanan grup musik slank