RUTINITAS SANTAI DIAKHIR PEKAN

Olahraga, ngopi, nonton Preman Pensiun, dan rebahan...

Di hari Sabtu pagi, alarm tidak berbunyi, namun mata sudah terbuka sendiri di jam 04.30 subuh. Yang pertama ane lakukan adalah gerak ringan kedua kaki lalu tangan dan kemudian bangun perlahan-lahan. Lantas minum air putih, ambil handuk dan sikat gigi, lalu kemudian pergi ke kamar mandi. Selesai mandi lantas memakai kaos, celana dan sarung untuk bersiap menunaikan shalat. Selesai shalat, lalu bersiap untuk jalan santai ke gelanggang olahraga Sunter yang dekat dengan Waduk Sunter Selatan. Biasanya ane selesai olahraga sekitar jam 09.00 pagi dan dilanjut berjemur dibawah sinar matahari selama setengah jam, dan setelah-nya ane bersiap untuk jalan santai lagi menuju rumah.

Tiba dirumah, ane istirahat sejenak melepas lelah, dan setelah itu bersih-bersih kamar, istirahat kembali dan kemudian mandi. Selesai mandi dan berpakaian lalu ke dapur untuk menyeduh kopi Nescafe Ice Roast Americano yang tanpa ampas ditambah es batu biar segar saat di sruput, lalu kembali ke kamar, duduk santai di kursi malas sambil menyalakan handphone.

Kopi dingin Nescafe Ice Roast Americano pun ane mulai sruput, lalu ane buka jendela agar udara bisa saling bertukar tempat, duduk kembali di kursi malas, terus scroll handphone sebentar untuk sekedar cek berita ataupun chat Whatsapp. Lalu menyalakan komputer untuk streaming nonton sinetron favorit Preman Pensiun di RCTI Plus.

Sinetron ini memang juara buat nemenin diakhir pekan. Dari season satu sampai sepuluh, chemistry para aktor Preman Pensiun selalu membuat segar suasana. Tingkah laku para pemainnya terkadang membuat sedih, dan terkadang juga membuat tertawa lepas. Kang Bahar, Kang Mus, Kang Komar, Kang Gobang, Kang Murad, Kang Pipit, Kang Jamal, Mang UU, Kang Cecep, Boim, Kang Ujang, Dikdik, Jupri, semuanya masih setia membuat ulah yang absurd tapi pas banget sama kehidupan sehari-hari. Adegan aksi, solidaritas antar teman, plus drama keluarga yang pas banget untuk ditonton sambil ngopi.

Setelah dua atau tiga episode, perut biasanya mulai keroncongan. Ane bangun, lalu jalan ke dapur buat nyari cemilan. Terkadang kalau lagi ada rejeki, ane pesan makanan via online. Makan sambil nonton Preman Pensiun itu berada di level kenikmatan yang sulit digambarkan.

coretan lainnya TEKNOLOGI NIRKABEL YANG MENGHUBUNGKAN BERBAGAI PERANGKAT

Yang membuat rutinitas ini sangat spesial adalah tidak ada tekanan sama sekali, semua dijalani dengan santai. Terkadang ane gabungin dengan dengerin lagu di Radio Gen FM, atau scroll handphone buat membalas chat teman.

Dan di sore harinya, bila cuaca sedang bagus, ane keluar sebentar ke teras, sambil bawa kopi kedua atau teh ( kalau lagi malas ngopi), duduk santai sambil lihatin orang lalu-lalang. Tapi itu ane lakuin tidak lama, karena kursi malas di dalam rumah sudah memanggil untuk lanjutin bermalas-malasannya.

Malam minggu biasanya jadi penutup yang manis. Setelah maghrib, terkadang ane ajak keluarga untuk nonton bareng Preman Pensiun, biar ada obrolan kecil yang dapat membuat suasana rumah jadi hangat dan penuh tawa.

Rutinitas santai saat akhir pekan sebenarnya tidak perlu mewah. Hanya butuh kopi, sinetron favorit, dan niat untuk bermalas-malasan. Di tengah minggu yang padat kerja ataupun kuliah, akhir pekan jadi momen untuk mengisi ulang baterai mental dan pikiran. Nonton Preman Pensiun, mengingatkan ane untuk hidup tidak harus selalu serius, jalani dan berusaha hidup normal.

Buat Para Blogger yang juga suka rutinitas santai, coba deh terapin hal yang sama disaat akhir pekan. Mulai dari secangkir kopi, pilih sinetron atau film yang bikin senang, terus rebahan tanpa rasa bersalah. Tidak perlu mahal, yang penting nyaman dan bikin hati senang.

Olahraga, ngopi, nonton preman pensiun dan rebahan
gambar oleh ann h ( pexels )

Komentar