SI KECIL YANG KAYA MANFAAT

Dari gurun padang pasir hingga sampai di Indonesia...

Saat menjelang Bulan Ramadan atau setelah menunaikan Ibadah Haji maupun Umroh, pasti sering melihat kurma menumpuk di meja makan? Si kecil yang menjadi primadona, rasanya manis, legit, teksturnya empuk, dan sehat banget. Dari zaman dahulu, kurma sudah menjadi makanan super masyarakat Timur Tengah, dan hingga kini selalu menjadi oleh-oleh wajib jamaah haji ataupun umrah.

Menurut cerita, kurma sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, tepatnya sekitar 4000 - 8000 tahun Sebelum Masehi. Berasal dari daerah Mesopotamia ( sekitar Irak sekarang ), Mesir Kuno, dan Teluk Persia. Bangsa Sumeria, Babilonia, hingga Mesir menjadikan kurma sebagai makanan ataupun dibuat minuman sehari-hari, dan bahkan membangun rumah dari batang pohon kurma.

Di Indonesia, kurma masuk bersamaan dengan penyebaran Agama Islam lewat jalur perdagangan. Kini, setiap menjelang Ramadan ataupun kepulangan jamaah haji maupun umroh, kurma selalu menjadi favorit dan laris manis. Kurma di Indonesia masih banyak yang import, terutama dari Arab Saudi, Tunisia, Algeria, Mesir ataupun Irak. Namun, kini ada juga yang mulai membudidayakan kurma di Indonesia, walau masih dalam skala kecil.

coretan lainnya DIJUAL MOBIL

Di dunia ini berbagai varietas kurma sangat banyak sekali, namun yang paling populer di Indonesia adalah :
- Kurma Ajwa
Sering disebut sebagai kurma Nabi, warna hitam pekat, ukuran kecil, tekstur lembut dan harganya agak mahal. Kurma Ajwa mengandung antioksidan paling tinggi, banyak yang bilang baik untuk kesehatan jantung dan kekebalan tubuh.
- Kurma Medjool
Inilah “raja-nya kurma”, besar, daging-nya tebal, manis, legit dan enak dimakan langsung ataupun dicampur oatmeal.
- Kurma Sukari
Jenis kurma ini yang paling banyak beredar di Indonesia, berwarna kuning keemasan, manis layaknya gula, murah meriah dan cocok buat cemilan sehari-hari.
- Kurma Safawi
Bentuknya hitam lonjong, dengan rasa manis yang sedang, dan sering dipakai berbagai campuran makanan ataupun minuman
- Kurma Deglet Noor
Buahnya agak kering, tidak terlalu manis, dan bagus untuk dibuat masakan ataupun baking.

Kurma kaya akan nutrisi, dalam 100 gram kurma ( sekitar 4 hingga 5 butir besar ) mengandung :
- Kalori sekitar 277kkal - 300kkal.
- Karbohidrat 75gram, sebagian besar adalah gula alami ( fruktosa dan glukosa ).
- Serat 7gram.
- Protein 2gram.
- Mineral, seperti kalium, magnesium, zat besi, kalsium dan fosfor.
- Berbagai vitamin, seperti vitaman B6, vitamin A, vitaman K, dan folat.
- Antioksidan, seperti flavonoid, karoten, dan fenolik.

Manfaat kurma banyak sekali, seperti :
- Energi Instant
Saat lagi capek atau setelah berpuasa, makan 3 hingga 5 butir kurma, kandungan gula alaminya cepat diserap dan memberikan energi bagi tubuh.
- Melancarkan Pencernaan
Seratnya tinggi dan dapat membantu usus bekerja lebih lancar hingga memudahkan buang air besar, mengurangi resiko wasir atau sembelit.
- Menjaga Kesehatan Jantung
Kalium dan magnesium membantu menstabilkan tekanan darah, dan mengurangi resiko stroke.
- Mencegah Anemia
Dengan kandungan zat besinya, kurma dapat anemia, sehingga cocok untuk wanita atau ibu hamil.
- Baik Untuk Otak dan Tulang
Antioksidan-nya melindungi sel otak dan sel tubuh, dan magnesium-nya membantu kepadatan tulang, membentuk struktur kristal tulang, dan mengurangi risiko osteoporosis.
- Menstabilkan Gula Darah
Walaupun manis, kurma memilik indeks glikemik yang rendah, hingga baik untuk penderita diabetes ( tapi tetap jangan berlebihan ).
- Tambah Daya Tahan Tubuh
Vitamin dan mineralnya membantu imunitas, serta anti-inflamasi.

Intinya, kurma ini buah ajaib, kecil namun mengandung banyak nutrisi, manis alami, dan punya cerita yang panjang, dimulai dari Gurun di Timur Tengah hingga bisa sampai di Indonesia. Jadi, kalau lagi melihat kurma di warung ataupun supermarket, jangan ragu untuk membelinya. Makan secukupnya, 3 hingga 7 butir sehari, sudah cukup untuk merasakan manfaatnya.

Kurma, kecil buahnya besar khasiatnya
gambar oleh pictavio ( pixabay )

Komentar